Tahitian Noni untuk Penyakit Polio
Nama lain dari polio adalah Poliomieltis. Virus polio yang termasuk genus enterovirus famili Picornavirus.Virus ini tahan terhadap pengaruh fisik dan bahan kimia. Selain itu, dapat hidup dalam tinja penderita selama 90-100 hari. Virus ini juga dapat bertahan lama pada air limbah dan air permukaan, bahkan dapat sampai berkilo-kilometer dari sumber penularan.
Polio menyebar terutama melalui kontaminasi tinja, terutama di daerah dengan sanitasi lingkungan buruk. Penularan juga terjadi melalui fekal-oral. Artinya makanan/minuman yang tercemar virus polio yang berasal dari tinja penderita masuk ke mulut orang sehat lainnya. Sedangkan oral-oral adalah penyebaran dari air liur penderita yang masuk ke dalam mulut manusia sehat lainnya.
Ciri khas dari penderita polio adalah kerusakan saraf. Kerusakan itu bermula dari virus yang mengalami inkubasi selama 5-35 hari di dalam tubuh. Selanjutnya virus akan berkembang pertama kali dalam dinding faring (leher dalam) atau saluran cerna bagian bawah. Dari saluran cerna virus menyebar ke jaringan getah bening lokal atau regional. Akhirnya virus menyebar masuk ke dalam aliran darah sebelum menembus dan berkembang biak di jaringan saraf.
Poliomielitis mempunyai tendensi lebih merusak sel saraf motorik pada medulla spinalis dan batang otak. Seringkali polio menyebabkan kerusakan saraf tubuh yang membuat pertumbuhan penderita menjadi asimetris. Sehingga cenderung menimbulkan gangguan bentuk tubuh yang umumnya menetap bahkan bertambah berat.
Gejala Penyakit Polio
Gambaran klinis penyakit polio pada manusia sangat bervariasi, dari gejala yang sangat ringan sampai terjadi paralisis (kelumpuhan). Gejala klinis mulai dengan demam, merasa lemah, nyeri kepala dan muntah. Dalam 24 jam terlihat kekakuan pada leher dan punggung. Penderita terlihat mengantuk, iritabel, dan cemas. Adakalanya disertai kekakuan otot dan nyeri otot ringan.
Bila terjadi paralisis (lumpuh) biasanya dimulai dalam beberapa detik sampai lima hari sesudah nyeri kepala. Kelumpuhan anggota gerak yang layuh dan biasanya pada salah satu tungkai.
Pengobatan pada Polio
Pengobatan terhadap penyakit poliomielitis sangat sukar dan tidak ada spesifik, tetapi tergantung penyulit yang terjadi. Selain fisioterapi dan ortopedi perlu diperhatikan fungsi organ lain.
Penyakit polio dapat dicegah dengan imunisasi. Vaksin virus mati diberikan secara suntikan. Sedangkan yang hidup melalui mulut dengan tetesan. Virus hidup yang dilemahkan lebih efektif dibandingkan dengan virus yang mati. Selain pemberian imunisasi maka peningkatan sanitasi lingkungan dan higienis perorangan sangat diperlukan.
Segera obati penyakit anda dengan Jus Noni Juice Nutrisi Tubuh Terbaik Untuk berbagai macam Penyakit Klik Jus Noni dan kontak CS Dyah 0838-5455-2004.
**************************************************************
Konsultasi, saran, dan pemesanan produk, silakan hubungi:
Dyah (Konsultasi): 0838-5455-2004
Dyah (sms only): 0838-5455-2004
Dyah (call) : 031- 60332190
email: jusnonis@yahoo.com
YM: jusnonis
Silakan Lihat Daftar Produk, klik di sini.
Untuk pemesanan, kami hanya melayani pembelian secara online atau datang langsung ke alamat kami di Sidoarjo, Surabaya, Jakarta, Bandung, Bogor, Malang, Probolinggo, Trenggalek, Solo, Cilacap, Tanjung Pandan, Palembang, Balikpapan, Samarinda, Toraja dan Ternate.
Kami tidak mempunyai informasi mengenai tempat penjualan Jus Noni di tempat lain.
Jus Noni tidak diperjualbelikan di toko-toko ataupun apotek.
Silakan konsultasi & pesan pada Jam Kerja :
* Senin s/d Jumat jam 08.00-16.00
* Sabtu jam 08.00-12.00
* Minggu Libur
Silakan SMS/Email kami diluar jam kerja, akan kami balas secepatnya, trims.
Untuk mendapatkan info kesehatan terbaru, silakan LIKE facebook kami di:
**************************************************************
1. Pilih produk yang Anda inginkan.
2. Pemesanan dapat disampaikan melalui:
5. Setelah transfer kami terima, pesanan anda akan segera diproses
